Welcome to My Blog. Follow ME ! +

sepiring nasi penuh cinta
14 March 2011 | 2:23 AM | 0 comments


Pada malam itu, Sue bertengkar
dengan ibunya. Karena sangat
marah, Sue segera pergi
meninggalkan rumah tanpa
membawa apa pun.
Saat berjalan di suatu jalan, ia
baru menyadari bahwa ia sama
sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia
melewati sebuah Rumah Makan,
dan ia mencium harumnya
aroma masakan. Ia ingin sekali
memesan sepiring nasi, tetapi ia
tidak mempunyai uang.
Pemilik Rumah Makan melihat
Sue berdiri cukup lama di depan
etalasenya, lalau bertanya,
“ Nona, apakah kau ingin sepiring
nasi?” “Tetapi, aku tidak
membawa uang,” jawab Sue
dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa, aku akan
memberimu sepiring nasi,” jawab
pemilik Rumah Makan. “Silahkan
duduk, aku akan
menghidangkannya untukmu.”
Tidak lama kemudian, pemilik
Rumah Makan itu mengantarkan
sepiring nasi dengan lauk
pauknya. Sue segera makan
dengan nikmatnya dan
kemudian air matanya mulai
berlinang. “Ada apa Nona?”
tanya pemilik Rumah Makan.
“Tidak apa-apa. Aku hanya
terharu,” jawab Sue sambil
mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru
kukenal pun memberiku sepiring
nasi! Tapi, …. Ibuku sendiri,
setelah bertengkar denganku,
mengusirku dari rumah dan
mengatakan kepadaku agar
jangan kembali lagi ke rumah.
Bapak seorang yang baru
kukenal, tetapi begitu peduli
denganku dibandingkan dengan
ibu kandungku sendiri, ” katanya
kepada si pemilik Rumah Makan.
Pemilik Rumah Makan itu setelah
mendengar perkataan Sue,
menarik napas panjang, dan
berkata, “Nona, mengapa kau
berpikir seperti itu?.
Renungkanlah hal ini, aku hanya
memberimu sepiring nasi dan
kau begitu terharu. Ibumu telah
memasak makanan untukmu
saat kau masih kecil sampai saat
ini, mengapa kau tidak berterima
kasih kepadanya? Dan kau
malah bertengkar dengannya. ”
Sue terhenyak mendengar hal
tersebut.
“Mengapa aku tidak berpikir
tentang hal tersebut? Untuk
sepiring nasi dari orang yang
baru kukenal aku begitu
berterima kasih, tetapi kepada
ibuku yang telah memasak
makanan untukku selama
bertahun-tahun, aku bahkan
tidak memperlihakan
kepedulianku kepadanya. Dan
hanya karena persoalan sepele,
aku bertengkar dengannya. ”
Sue menghabiskan nasinya
dengan cepat. Lalu ia
menguatkan dirinya untuk
segera pulang ke rumahnya.
Sambil berjalan ke rumah, ia
memikirkan kata-kata yang harus
diucapkannya kepada ibunya.
Akhirnya, ia memutuskan untuk
mengatakan, “Ibu,maafkan aku,
aku tahu bahwa aku bersalah.”
Begitu sampai di depan pintu, ia
melihat ibunya dengan wajah
letih dan cemas, karena telah
mencarinya ke semua tempat.
Ketika ibunya melihat Sue,
kalimat pertama yang keluar dari
mulut ibunya, “Sue, cepat
masuk, ibu telah menyiapkan
makan malam untukmu dan
makanan itu akan menjadi dingin
jika kau tidak segera
mamakannya. ”
Sue sangat terharu melihat kasih
ibunya yang begitu besar
kepadanya, ia tidak dapat
menahan air matanya dan ia
menangis di hadapan ibunya.
Sekali waktu, mungkin kita akan
sangat berterima kasih kepada
orang lain di sekitar kita untuk
suatu pertolongan kecil yang
diberikannya kepada kita. Tetapi,
kepada orang yang sangat dekat
dengan kita, khususnya orang
tua kita, pernahkah kita berpikir
untuk berterima kasih kepada
mereka yang telah merawat,
membesarkan, mendidik dan
melimpahkan kasih sayangnya
kepada kita???

Older Post | Newer Post